Semua Kategori

Berita

Beranda >  Berita

Apa Saja Langkah Pencegahan Operasional Utama untuk Motor Berbrush?

Dec 07, 2025

Pastikan suplai tegangan dan arus yang sesuai untuk motor berus

Motor berus sangat sensitif terhadap parameter catu daya—menggunakan tegangan atau arus yang salah merupakan penyebab utama kegagalan dini. Pertama, periksa pelat nama atau manual motor berus untuk memastikan tegangan nominalnya (misalnya, 6V, 12V, 24V) dan jangan melebihi ±10% dari nilai tersebut. Memberikan tegangan terlalu tinggi menyebabkan motor berputar terlalu cepat, menghasilkan panas berlebih yang dapat membakar lilitan atau merusak sikat. Tegangan terlalu rendah menyebabkan torsi tidak mencukupi; motor dapat macet di bawah beban, menarik arus abnormal yang memanaskan kumparan. Gunakan catu daya stabil dengan rating arus yang sesuai dengan penarikan arus maksimum motor berus (arus awal biasanya 2-3 kali arus nominal). Pasang sekering atau pemutus sirkuit pada jalur daya untuk melindungi dari lonjakan arus. Menjamin catu daya yang stabil dan memiliki rating tepat membuat motor berus tetap beroperasi dalam batas aman.

Jaga pelumasan yang tepat untuk komponen motor berus

Pelumasan sangat penting untuk mengurangi gesekan antara bagian-bagian berputar motor ber-sikat (armature, bantalan, dan bushing). Seiring waktu, pelumas dapat terdegradasi atau mengering, menyebabkan kontak logam ke logam yang meningkatkan keausan dan menghasilkan panas. Setiap 500-1000 jam operasi, bongkar motor ber-sikat (sesuai petunjuk manual) dan oleskan pelumas yang direkomendasikan oleh pabrikan—biasanya oli mesin ringan atau gemuk. Fokuskan pelumasan pada dudukan bantalan dan ujung poros armature; hindari pelumasan berlebihan, karena kelebihan gemuk dapat menarik debu atau meresap ke komutator dan sikat, menyebabkan kontak yang buruk. Untuk motor ber-sikat yang digunakan di lingkungan berdebu atau bersuhu tinggi, singkatkan interval pelumasan. Pelumasan rutin mengurangi gesekan, memperpanjang umur bagian yang bergerak, dan mencegah motor ber-sikat menjadi terlalu panas selama operasi.

Cegah beban berlebih dan hindari kondisi stall yang berkepanjangan

Motor berus dirancang untuk batas beban tertentu—kelebihan beban atau stall yang berkepanjangan dapat merusaknya secara serius. Kelebihan beban berarti motor dipaksa bekerja lebih keras dari kapasitas terukurnya, sehingga arus yang ditarik meningkat dan menyebabkan lilitan menjadi terlalu panas. Stall yang berkepanjangan (ketika motor tidak dapat berputar meskipun dalam keadaan menyala) lebih berbahaya lagi: arus melonjak hingga 5-10 kali nilai terukur, menyebabkan lilitan terbakar atau komutator meleleh dalam hitungan menit. Untuk mencegah hal ini, pastikan beban tidak melebihi torsi terukur motor berus. Pasang pembatas torsi atau perangkat proteksi kelebihan beban jika motor beroperasi di bawah beban yang bervariasi. Jika motor mengalami stall secara tak terduga (misalnya karena mesin macet), segera matikan daya untuk menghindari kerusakan. Menghindari kelebihan beban dan stall melindungi komponen internal motor berus dan memastikan operasi yang andal.

Periksa dan rawat secara berkala sikat dan komutator

Sikat dan komutator adalah bagian yang paling rentan aus pada motor berusuk—kondisinya secara langsung memengaruhi kinerja dan masa pakai. Periksa sikat setiap 300-500 jam operasi: pastikan panjangnya masih mencukupi (ganti jika sudah aus hingga 1/3 dari ukuran aslinya) dan bersentuhan baik dengan komutator. Sikat yang aus, retak, atau aus tidak merata dapat menyebabkan percikan api, konduktivitas buruk, serta kerusakan komutator. Periksa permukaan komutator terhadap keausan, goresan, atau penumpukan karbon—bersihkan secara perlahan menggunakan amplas halus atau kain bebas serat yang dibasahi alkohol. Jika komutator sangat aus atau memiliki alur dalam, mungkin perlu dilakukan penghalusan ulang atau penggantian. Pastikan pegas sikat berfungsi dengan baik (pegas lemah menyebabkan kontak buruk). Pemeriksaan dan perawatan rutin sikat dan komutator mengurangi percikan api, meningkatkan efisiensi, serta memperpanjang masa pakai motor berusuk.

Pastikan ventilasi yang baik dan lindungi dari lingkungan keras

Motor berjangkar menghasilkan panas selama beroperasi, dan ventilasi yang buruk menyebabkan penumpukan panas yang merusak isolasi dan komponen. Pastikan saluran pendinginan motor bersih dan tidak terhalang—bersihkan debu, kotoran, atau partikel yang menghambat aliran udara. Untuk motor berjangkar yang dipasang di ruang tertutup, gunakan kipas pendingin atau sirip pendingin untuk menghamburkan panas. Lindungi motor berjangkar dari lingkungan keras: hindari paparan kelembapan, debu, atau bahan kimia korosif yang dapat menyebabkan karat, korsleting, atau degradasi sikat. Gunakan penutup pelindung atau enclosure untuk motor yang digunakan di luar ruangan atau lingkungan berdebu; pastikan koneksi listrik tertutup rapat untuk mencegah masuknya air. Untuk motor berjangkar di lingkungan dengan kelembapan tinggi, pilih model tahan korosi atau oleskan pelindung karat pada bagian logam. Ventilasi yang baik dan perlindungan lingkungan mencegah panas berlebih dan korosi, sehingga motor berjangkar tetap dalam kondisi kerja yang optimal.
Buletin
Silakan Tinggalkan Pesan Kepada Kami